Sebuah Kenangan saat di Asrama Widya - Nyarumkop
Ilustrasi Gambar: Jantung Pisang dikira BebekSaat diruang percakapan group Whatsapp Alumni 97, ada cerita yang ternyata tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya tidur beberapa lama, lalu tiba-tiba bangun ketika nama-nama kembali berkumpul pada satu ruang percakapan, bung Redy namanya teman seangkatan saya di SMP dna SMA , dia yang masih ingat cerita itu jadi saya tanya kembali bagaimana ceritanya...
Jadi cerita ini terjadi ketika kami masih kelas 3 SMA Seminari st. Paulus Nyarumkop, dan tinggal di Asrama Widya.
Waktu itu entah karena semangat memasak atau karena perut sudah berbicara lebih keras dari pada pelajaran di kelas atau jam study asrama, kami punya rencana sederhana; memasah bersama di Sekabu, di ujung Asrama /Wisma Rini, disekitar aliran air Poteng.
Yang paling menarik adalah bahan masak yang kami bawa.
Ada satu bungkusan yang sudah disiapkan. Bentuknya membuat seorang teman yang ikut memasak langsung bersemangat. DAri cara bungkusan itu dibawa, rasanya seperti ada sesuatu yang istimewa di dalamnya.
Dalam pikirannya mungkin sudah terbayang: "Wah.. hari ini kita masak BEBEK,,!!!"
Semangatpun bertambah. kayu dikumpulkan. Api dinyalakan. Tempat memasak disiapkan.
Suasana di pinggir air Sekabu siang itu terasa begitu menyenangkan. Tidak ada yang terlalu kami pikirkan selain satu hal: makan bersama
Sampailah waktunya bungkusan itu dibuka..
Dan... Ternyata dalam bungkusan itu bukan bebek
yang muncul adalah JANTUNG PISANG!!!!!
bukan paha Bebek, bukan Dada Bebek dan Bukan BEBEK sama sekali... he he he...
Jantung Pisang!!!
Saya lupa entah bagaimana ekspresi teman yang sejak awal sudah begitu bersemangat itu.. Yang jelas cetira "bebek" hari itu justru berubah menjadi salah satu kenangan kecil yang melekat sampai sekarang.
Lucunya setelah puluhan tahun berlalu, serita itu muncul lagi, saya pun coba mengingat detailnya, dan ampun...saya lupa detailnya...saya tanyakan kembali di group angkatan..
Pasca Reuni 110 Tahun PKN 4-6 September 2026, obrolan di group whatsapp kembali ramai..Nama-nama lama muncul lagi, foto-foto lama dibagikan kenangan masa seminari kembali diceritakan.. termasuk mengenang teman teman angkatan kami yang sudah duluan berpulang (*alm. Joni, Yulius, Adrianus, Antonius Toni), Damai bersama Bapa di surga teman2...)
Kisah "BEBEK" pun muncul kembali ditengah percakapan, ada yang ngeledek, wah kalian sudah punya rencana mengeksekusi Bebek Peliharaan Dapur Umum ya....? Tidak Kawan, Saya ini alim, tiap hari masuk kapel.. mana mungkin buat begituan... timpal kawan lainnya... he he...
Kami tertawa Lagi
Padahal ya g dimasak dulu hanyalah jantung pisang, tetapi yang tersimpan ternyata jauh lebih besar dari sekedar makanan.
Yang tersimpan adalah persahabatan, kenakalan kecil anak asrama, kebersamaan di tepi Poteng, dan tawa yang ternyata bisa bertahan puluhan tahun.
Dulu kami mungkin kecewa karena dikira bebek, rupanya jantung pisang.
Sekarang kami justru bersyukur.
Karena kalau waktu itu benar-benar bebek, mungkin ceritanya sudah selesai ketika makanannya habis.atau kami sudah tidak di asrama lagi....Tetapi karena ternyata jantung pisang, ceritanya justru tumbuh menjadi kenangan yang terus hidup. Dan hari ini, puluhan tahun kemudian, kami masih bisa tertawa bersama karenanya. ................JBA (19/09/2026)

0 Komentar